FILSAFAT
PANCASILA
oleh :
LA SYARIFUDDIN
oleh :
LA SYARIFUDDIN
MAKNA
FILSAFAT
Kata filsafat berasal dari bahasa arab “falsafah”
Yunani menyebutnya “philosophia”, “philien”’ artinya
mencari/mencintai, dan “sophia” berarti kebenaran
Jadi “philopsophia” berarti daya upaya pemikiran manusia
untuk mencari kebenaran/kebijaksanaan, berfilsafat ialah orang mencintai
kebenaran, bukan memiliki kebenaran.
Adanya filsafat dimulai dari rasa ingin tahu manusia,
yang diimplementasikan dengan bertanya tetang hal-hal yang berhubungan dengan
keberadaan manusia
Adanya filsafat dimulai dari rasa ingin tahu manusia,
yang diimplementasikan dengan bertanya tetang hal-hal yang berhubungan dengan
keberadaan manusia.
Secara umum filsafat didefinisikan sebagai pengetahuan
yang sistematis, metodis, dan koheren menangani seluruh kenyataan dari segi
yang paling mendalam, untuk mencari prinsip-prinsip terdalam dalam realitas
(MARAN 1997;77). Metodis berarti menggunakan penalaran tertentu, sistematis itu
berarti pengetahuan yang diperoleh merupakan suatu keseluruhan yang terpadu,
koheren itu berarti setiap bagian merupakan rangkaian yang saling berkesesuaian
Pengertian filsafat banyak diajukan oleh ahli
filsafat ;
-
Plato, filsafat adalah pengetahuan yang berminat
mencapai pengetahuan kebenaran yang asli.
-
Aristoteles, filsafat adalah ilmu pengetahuan
yang meliputi kebenaran yang terkandung didalam logika, fisika, etika, politk,
astetika.
-
Rene Descrates, filsafat adalah kumpulan segala
pengetahuan tentang Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan.
-
Emmanuel Kant, filsafat adalah ilmu pengetahuan
yang didalamnya tercakup masalah epistemologi (teori pengetahuan) yang menjawab
persoalan apa yang dapat diketahui.
-
N. Driyarkara, Filsafat adalah perenungan yang
sedalam-dalamnya tentang sebab-sebab “ada” dan “berbuat” perenungan tentang
kenyataan yang segala-galanya sampai ke “mengapa” yang penghabisan
-
Ir. Oedja Wiatna, filsafat adalah ilmu yang
berusaha untuk mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi sagala sesuatu
berdasarkan pikiran belaka
-
Sokrates, filsafat adalah proses pencarian makna
terdalam dari eksistensi manusia dan alam semesta yang dilaksanakan dalam
aktifitas dalam menjawab pertanyaan yang meliputi seluruh kehidupan manusia
yang sedalam-dalamnya
Kegiatan utama filsafat adalah merenung atau olah
pikir/merefleksi “perenungan kefilsafatan adalah percobaan untuk menyusun suatu
sistem pengetahuan yang rasional yang memadai untuk memahami dunia tempat kita
hidup, maupun untuk memhami diri kita sendiri” (Kattsoff, 1992;6)
Kegiatan utama filsafat adalah merenung
atau olah pikir/merefleksi “perenungan kefilsafatan adalah percobaan untuk
menyusun suatu sistem pengetahuan yang rasional yang memadai untuk memahami
dunia tempat kita hidup, maupun untuk memhami diri kita sendiri” (Kattsoff,
1992;6)
FUNGSI
FILSAFAT
·
Berfilsafat mengajak manusia bersikap arif,
berwawasan luas terhadap berbagai problem yang dihadapi, manusia diharapkan
mempu memecahkan problem tersebut dengan cara mengindetifikasikannya agar
jawaban-jawaban dapat diperoleh dengan mudah.
·
Filsafat dapat membentuk pengalaman kehidupan
seseorang secara lebih keratif atas dasar pandangan hidup atau ide-ide yang
muncul karena keinginanya.
·
Filsafat dapat membentuk sikap kritis
seseorang dalam menghadapi permasalahan, baik dalam kehidupan sehari-hari
maupun kehidupan lainya (interaksi dengan masyarakat, komunitas, agama, dan
hal-hal lain diluar dirinya) secara lebih rasional, lebih arif, dan tidak
terjebak dalam fanatisme yang berlebihan.
·
Terutama bagi para ilmuwan atau para
mahasiswa dibutuhkan kemampuan manganalisis, yaitu analisis kritis secara
komprehensif dan sintesis atas berbagai permasalahan ilmiah yang dituangkan
dalam suatu riset atau kajian ilmiah lainnya. Filsafat dilaksanakan dalam suatu
suasana pengetahuan yang mementingkan kontrol atau pengawasan. Oleh karena itu,
nilai ilmu pengetahuan timbul dari fungsinya, sedangkan fungsi filsafat timbul
dari nilainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar