Geografi
Bagian terpenting dari negara ini ditentukan oleh dalam batas rantai
hujan gari kathulistiwa. Hal ini memiliki karakter sebuah iklim tropis. Posisi
georafis juga menjadikan Indonesia
menjadi sebuah kepulauan yang sebagian pulau kecilnya dikelilingi oleh lautan.
Hal tersebut juga memungkinkan sebuah sirkulasi udara yang aktiv. Hasilnya,
iklim yang ada tidak terlalu berbeda dengan daerah kathulistiwa lainnya di
samudera-samudera lainnya di seluruh dunia. Hujan melimpah, temperatur dan
kelembaban yang tinggi menjadi iklim rata-rata daerah Indonesia. Rata-rata temperatur
terendah adalah 18 derajat celcius. Lebih lanjut lagi kedekatan dengan benua
asia dan australia
memberikan kepulauan indonesia
krakteristik asia yang menjadi alternativ
sesuai dengan musimnya. Perdagangan dan angin musim hujan datang dari samudera
hindia dan pasifik menyifatkan karakter iklim tropis.
Di Indonesia berlaku hanya dua musim cuaca, musim kering dan basah, atau
disebut juga musim hujan. Di sebagian daerah, musim hujan turun dari bulan
desember hingga maret sedangkan musim kering dari bulan mei hingga oktober,
dengan priode transisi yang dikarakteristikkan oleh pergantian angin dan cuaca
yang berubah-ubah pada bulan-bulan maret hingga mei dan september hingga
november. Periode transisi di antara dua musim ini menjadikan silih bergantinya
hari dengan sinar matahari penuh dan hujan-hujan selingan. Bahkan pada
pertengahan musim hujan temperatur berkisar 21 derajat celcius (70 derajat
farenheit) hingga 33 derajat celcius (90 derajat fahrenheit), kecuali daerah
yang berada di lintang atas bisa lebih dingin. Hujan terlebat menurut catatan
terjadi pada bulan Desember dan Januari setiap tahunnya.
Kepulauan Indonesia
letaknya menjadi satu dari batas geografis penyebaran hewan yang paling luar
biasa di dunia, merujuk balik ke zaman es ketika banjir besar melanda dunia.
Pada zaman es, Jawa, Sumatera Kan kalimantan terletak pada dataran Sunda serta
menyatu dengan lainnya ke dataran benua Asia, sedangkan Papua dan benua
Australia terletak pada sahul tersendiri pada zaman tersebut. Segresi geografis
tersebut menjelaskan mengapa beberapa spesies fauna purba ditemukan di Jawa,
Sumatera dan Kalimantan sama sekali berbeda
dengan yang berada di Papua. Sama seperti juga beberapa binatang liar yag ada
di Papua tidak ditemukan di daerah lain.
Daerah di antara dua patahan (Maluku, Sulawesi,
dan kepulauan Sunda kecil) mempunyai jenis kekayaan fauna yang unik. Bagian
terbesar dari fauna daerah tidak ditemukan di Sulwesi, meskipun hanya berjarak
50 km dari kalimantan menyeberang selat makasar, dan pulau-pulau, seperti Seram
dan Halmahera, yang terdekat dengan papua
sebagian besar tidak memiliki fauna. Hal ini disebabkan hadirnya sebuah selat
yang dalam antara Kalimantan dan Sulawesi
serta dalamnya laut Banda sehingga kelompok pulau-pulau tidak pernah saling
berhubungan satu sama lainnya pada zaman es. Para ilmuwan menggambarkan situasi
ini ke dalam tiga era fauna: Wallace ( era pergeseran dari selatan menuju utara
lewat selat Lombok dan Makasar, berakhir hingga tenggara Filipina), Weber (era
pergeseran dan melewati lautan antara Maluku dan Sulawesi) dan Lydekker (era
pergeseran daerah tepi sahul , yang menyusuri perbatasan barat Papua dan benua
Australia)- meskipun sebagian dari mereka lebih suka mengkarakteristikkanya
daerah tersebut sebagai sebagai ?subtractible transition zone?.
Informasi yang diperoleh dari catatan paleontology menyatakan
bahwa jumlah spesies ynag diketahui pada hari ini lebih sedikit dari masa lalu.
Punahnya sebagian spesies binatang tersebut kemungkinan terjadi karena
kelaziman proses ekologi dan proses evolusi terkait dengan berbagai faktor
kenaikan batas air laut, perubahan iklim dan habitat. Sebagai contoh, di Jawa,
setidaknya lebih dari 75 spesies mamalia yang diketahui sebagai fosil, 35 telah
punah, 20 masih selamat dan 20 lainnya punah di jawa akan tetapi masih
ditemukan di tempat lain di asia. Proses kepunahan binatang di pulau jawa pada
akhir-akhir ini terkait dengan pengaruh manusia terhadap ekosistem yang ada.
Orang utan (pongo pygemaeus), ditemukan hanya di Sumatera dan Kalimantan, sangat bergantung sekali terhadap habitat
hutan asalnya. Oleh sebab itu untuk melindungi habitat mereka, Indonesia
bekerjasama dengan World Wildlife Fund (WWF) telah mendirikan Proyek
?Rehabilitasi Orang Utan? di kawasan Bahorok dan Tanjung Puting, khususnya di
Sumatera dan Kalimantan, untuk melatih kembali orang utan yang pernah
tertangkap agar bisa kembali hidup di alam bebas.
Komodo (Varanus komoensis) adalah kadal terbesar di dunia,
mencapai panjang hingga 2 dan 3 meter, berasal dari kelompok cara satwa komodo,
melingkupi pulau komodo, padar dan rinca, di timur pulau jawa, di bagian pantai
barat pulau flores.
Dikarenakan terisloasi secara geografis dari daratan lain selama jangka
waktu yang cukup lama bila dibandingkan dengan pulau-pulau besar lainnya, Sulawesi memiliki kelompok fauna yang unik melingkupi
spesies endemi dan variasinya. Babirusa (Babyroussa) dan anoa, banteng kecil
yang menghuni hutan masuk ke dalam binatang endemi sulawesi yang menarik.
Binatang endemi mamalia sulawesi lainnya yang menarik
adalah musang besar (Macrogalidia musschenbroeki), musang terbesar
di antara musang lainnya, kelompok spesies tarsier (Tarsius spectrum) dan
bentuk lainnya dari makau sulawesi (Cynopithecus niger).
Di antara banyaknya spesies burung di Sulawesi,
dua spesies burung megapode, unggas maleo dan shrubhen sulawesi adalah yang
sangat menarik. Daerah papua dan maluku sangat kaya dengan aneka ragam burung
berwarna, mulai dari kasuari bersuara indah yang tidak terbang (casuarius)
hingga burung-burung berbulu bersinar dari keluarga burung Paradiseidae dan
Ptilinorhynhidae (kesemuanya lebih dari 40 spesies) serta sejumlah keluarga
burung beo
Anggota lainnya dari fauna timur adalah burung enggang keluarga
Bucerotidae, yang terkenal karena keindahan paruh dengan kaki yang kurus, gajah
(elephas indicus), menjelajahi hutan-hutan kalimantan dan sumatera, harimau
sumatera (panthera tigris sumatrae), serta sejumlah kecil harimau jawa
(panthera tigris sondaica) yang tersisa macaquel mentawai dan monyet mentawai
(macoca pagensis dan prebystis potenziani) hanya ditemukan di pulau mentawai,
di sebelah barat pantai sumatera, sejumlah kecil badak bercula satu (rhinoceros
sondaicus) hanya ditemukan di cagar alam ujung kulon, jawa barat.
Selain itu semua masih banyak hewan menarik lainnya, seperti banteng
(boss javanicus), kanguru pohon (dorcopsis mulleri) dari papua, lumba-lumba air
tawar (orcaella brevirostris) dari sungai mahakam di kalimantan dan monyet
proboscis yang juga dari kalimantan. Sebagai tambahan masih banyak variasi menawan
lainnya dari jenis burung seperti bangau, pekakak, elang, rajawali, dan banyak
lainnya, ribuan spesies serangga, kura-kura darat serta berbagai macam jenis
lainnya dari kadal dan ular, berikut spesies eksotis dari ikan, udang, kerang
dan macam araga binatang air lainnya yang hidup baik di air tawar maupun asin.
Flora
Indonesia terletak ke dalam wilayah tumbuhan
melanesia, meliputi semenanjung selatan Malaysia, kepulauan Indonesia, Filipina
serta seluruh Papua New Guinea dan Papua kecuali pulau Salomon. Sebagian besar
wilayah Melanesian tertutupi oleh tumbuhan hujan tropis yang lebat dan subur,
lahan yang senantiasa basah ini memiliki sejumlah besar spesies pepohonan yang
meliputi epiphytes, saprophytes dan lianas. Karakteristik tersebut dan sejumlah
besar spesies genus serta spesies endemic dalam wilayah ini menjadikan kekayaan
flora Indonesia menjadi
sangat berbeda dengan daratan benua tetangga di Asia dan Australia, begitu juga dengan flora
daerah tropis lainnya dari belahan dunia yang lain. Kekayaan wilayah melanesia
diwakili sebagian besar oleh bagian yang dimiliki Indonesia, tergambar dari
hunian bagi hampir 40.000 spesies tumbuhan, atau sekitar 10-12 % dari jumlah
perkiraan spesies tumbuhan di seluruh dunia.
Dengan ketinggian 1000 m, pengembangan yang lebih baik dari apa
yang termasuk ke dalam kelompok temperatur normal dapat dilihat seperti adanya
rosaceae, lauraceae, fogaceae dll. Di dataran yang lebih tinggi, ditemukan
hutan elfin atau lumut dan tumbuh-tumbuhan alpen, akan tetapi jika dibandingkan
hal ini menjadi tidak signifikan karena sebagian besar bagian Indonesia adalah lahan yang berada
di dataran rendah.
Seperti yang diharapkan, kekayaan flora Indonesia mengandung banyak
tumbuhan tropis yang unik, contohnya rafflesia arnoldi, yang hanya ditemukan di
beberapa tempat di Sumatera, termasuk bunga terbesar di dunia; tanaman parasit
ini tumbuh pada tanaman
tertentu akan tetapi tidak memproduksi daun. Dari daerah yang sama
di Sumatera terdapat juga tumbuhan lainnya yang besar, Amorphoplalus titanium,
dengan tampilannya yang sangat besar. Tanaman pemakan serangga (nepenthea Spp)
memiliki beberapa spesies yang berbeda dari daerah lainnya di barat Indonesia.
Anggrek myrad yang ditemukan di Indonesia
sangat kaya akan bentuk dan ukurannya, termasuk sebagai anggrek terbesar,
angrek macan grammatophyllum speciosum, hingga yang spesies terkecil dan mungil
taeniophyllum yang digunakan masyarakat setempat sebagai makanan dan kerajinan
tangan. Lahan tanah di Indonesia
sangat kaya akan air sehingga memungkinkan tumbuhnya jamur seperti grow lux
horsehair blight, spesies luminescent, mould jelanga dan jamur hitam.
Lebih jauh lagi, flora yang ada menjadikan tanaman indonesia sangat berlimpah pada
spesies kayu. Keluarga dpterocarp sangat terkenal di dunia sebagai sumber utama
kayu (meranti) sebagaimana resin dan sayuran gemuk, tengkawang atau kacang
illipe. Ramin, jenis kayu berharga untuk perabotan, termasuk dari spesies
ganystylus, sementara kayu sandal, eboni, ulin dan kayu palembang diambil langsung dari hutan. Selain
itu, Indonesia
juga dikenal akan kayu jati, sebuah produk dari hutan buatan di jawa.
Memandang kekayaan flora Indonesia tidak mengagetkan jika masyarakat Indonesia
sangat bergantung sekali dari sumber daya alam yang ada untuk mendukung
kehidupan mereka sehari-hari. Diperkirakan ada 6000 spesies tanaman Indonesia
yang langsung digunakan oleh masyarakat setempat. Ciri khas di era modern ini
mungkin adalah penggunaan tumbuhan sebagai sumber bahan baku mentah ramuan obat tradisional (Jamu)
serta untuk keperluan perayaan, adat-istiadat dan tradisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar